P3M Polnam: Lakukan Sosialisasi Registrasi Google Scholar dan Aplikasi Sinta

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3) Politeknik Negeri Ambon melaksanakan sosialisasi Regristrasi Google Scholar dan  Registrasi aplikasi SINTA ( Science And Tecnology Index), portal yang di peruntukan untuk menilai kinerja peneliti, penulis, kinerja jurnal dan publikasi lainnya. Sosialisasi SINTA tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja para peneliti/penulis dilingkungan Politeknik Negeri Ambon. Sosialisais diikuti oleh 22 Dosen dari 239 Dosen Politeknik Negeri Ambon.

SINTA  memiliki fungsi relasi, sitasi, dan  pengindex. SINTA juga menggunakan sistem entry-exit digital dan dikelola  secara multisektor yang mempunyai tugas  dan fungsi sinergis yakni Kemenristekdikti  dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI). SINTA Dipakai kementerian untuk dasar evaluasi dosen, program studi, institusi dan jurnal (prediksi). Juga digunakan untuk index mandiri di Indonesia yang tidak tergantung dengan publisher dan indexer luar  yang “diakui kementerian”.

Sistem kerja SINTA ini akan mengindex secara otomatis hasil karya yang  telah ada di google scholar, scopus, inasti dsb. SINTA akan memproses otomatis berupa pencocokan  nama, NIDN, dan Universitas dari dosen yang  bersangkutan dengan dasar data PD-DIKTI. Jika SINTA belum bisa mengindex dokumen yang  dimaksud, ada beberapa kemungkinan pertama  Data belum terverifikasi di SINTA atau Scholar id atau Scopus id belum cocok dengan data dosen di  laman SINTA. Sehingga perlu memberitahu SINTA dengan mendaftar  dan memberikan info detil biodata dan ID.

Aplikasi Science and Technology Index (SINTA) resmi diluncurkan Kemenristekdikti di UGM. Senin (30/1). Peluncuran itu bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti di tempat yang sama.

SINTA merupakan aplikasi yang berwujud portal yang berisi tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti/penulis/author/, kinerja jurnal, dan publikasi lainnya. SINTA diharapkan oleh Kemenristekdikti agar mendorong budaya publikasi, dan juga upaya mewujudkan kemandirian anak negeri.

Berdasarkan pantauan Kemenristekdikti, daya saing Indonesia berada diperingkat 34 pada tahun 2014 dan menurun pada tahun 2015 dan turun kembali ke peringkat 41 pada tahun 2016. Penurunan ini juga sejalan dengan kecilnya belanja penelitian dan pengembangan atau R & D yang baru mencapai 0,2% per GDP di tahun 2016.

Indonesia kalah saing dengan Malaysia (1,13%), Singapura (3,174%), dan bahkan Thailand (0,39%) pada tahun 2014. Kemenristekdikti memaparkan sumber belanja R& D masih didominasi 75% oleh anggaran pemerintah.

Sehingga, SINTA diharapkan dapat menaikkan angka ini dan juga menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar, seperti Scopus, Web of Science, Google Scholar, dst.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *