P3M Polnam Sosialisasikan Panduan Penelitian Dan Pengabdian Edisi XI

 

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Ambon (P3M Polnam) sosialisasikan  panduan penelitian dan pengabdian masyarakat edisi ke XI pada dosen Politeknik Negeri Ambon yang dilaksanakan pada hari Kamis,         6 April 2017 yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama dengan jurusan non rekayasa; Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga, dan sesi kedua dengan jurusan rekayasa; yaitu jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Elektro

Bertempat di Ruang Rapat Polnam dan dibuka oleh Wakil Direktur Bidan I Bpk Ir. Julius Buyang, MT. Kepala P3M Polnam Dr. Dwi Hariyanti SE.,MM.,AK.,CA menjelaskan mengenai Panduan Penelitian dan Pengabdian Edisi XI Tahun 2017, “Buku panduan edisi XI tahun 2017 ini perlu saya sosialisasikan mengingat ada beberapa perubahan mendasar yang perlu menjadi perhatian,” ungkap Dwi.Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Ambon (P3M Polnam) sosialisasikan  panduan penelitian dan pengabdian masyarakat edisi ke XI pada dosen Politeknik Negeri Ambon yang dilaksanakan pada hari Kamis,  6 April 2017 yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama dengn jurusan non rekayasa; Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga, dan sesi kedua dengan jurusan rekayasa; yaitu jurusan Teknik Sipil, Teknik Mesin dan Teknik Elektro

Kepala P3M Polnam tersebut menyebutkan bahwa pada Edisi XI ini skema penelitian dibagi menjadi 4 bagian. Penelitian dasar, penelitian terapan, penelitian pengembangan kapasitas dan penelitian desentralisasi yang sudah ada dalam 14 skema penelitian.

Sebelumnya pada panduan edisi X ada 17 skema, untuk skema pengabdian kepada masyarakat hanya ada sedikit  perubahan yaitu pada perubahan nama dan luaran

Perubahan pada Edisi XI tahun 2017 ini berdasarkan pada Standar Biaya Keluaran. PMK 106 tahun 2016 membahas mengenai penelitian yang lebih menekankan pada luaran penelitian dan pengabdian, baik luaran wajib maupun luaran tambahan.

“Tidak ada lagi kerja keras utk mengupload kuitansi dan bukti pengeluaran yang lain (Tetap dibuat namun disimpan di P3M bila suatu saat ada pemeriksaan dari inspektorat). Sebagai penggantinya, luaran wajib yang dijanjikan oleh peneliti akan menjadi fokus perhatian DRPM,” paparnya.

Buku Panduan Edisi XI ini disusun sesuai dengan perkembangan regulasi terkait dengan pelaksanaan penelitian di Indonesia. Pertanggungjawaban berbasis luaran yang dijelaskan pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 106/PMK.02/2016 (Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2017) diharapkan dapat meningkatkan pencapaian target luaran yang telah ditetapkan. Untuk saat ini, mekanisme pertanggungjawaban berbasis luaran tersebut sedang dalam tahap finalisasi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat diterapkan.

Bila disandingkan dengan Buku Panduan Edisi X maka Buku Panduan Edisi XI ini tidak mengalami perubahan substansi secara signifikan. Adapun perubahan yang diakomodasi dalam Buku XI antara lain adalah pada pengelompokan skema penelitian; dan rancangan pengaturan untuk luaran tambahan. Ketegasan kewajiban peneliti untuk mencapai luaran sesuai dengan skema yang diusulkan seperti yang diatur dalam PMK 106/PMK.02/2016 yaitu: pembiayaan luaran dipisahkan dengan biaya penelitian itu sendiri, keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Buku Panduan Edisi XI memuat uraian setiap skema Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang di dalamnya menjelaskan secara rinci tentang tata cara pengajuan, seleksi proposal, monitoring dan evaluasi pelaksanaan, serta pelaporan hasil kegiatan.

MATERI SOSIALISASI PENDUAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN EDISI XI

PANDUAN PENELITIAN PNBP DAN PENELITIAN MANDIRI 2017

PANDUAN PENGABDIAN PNBP DAN MANDIRI 2017

PANDUAN BUKU XI

PMK 106

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *